Storyjatim.com - Gandrung Sewu merupakan festival yang sudah menjadi branding dan juga sebagai Icon Banyuwangi.
Gandrung Sewu juga menjadi motor penggerak pariwisata di Banyuwangi, sejak tahun 2012 hingga sekarang sudah sebanayak 9 kali di tampilkan di Pantai Marina Boom.
Bahkan Gandrung Sewu menjadi panggung yang diimpikan para penari, mereka merasa belum afdol jika belum terpilih menjadi bagian dari talent Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi.
Baca Juga: Moment Haru Usai Festival Gandrung Sewu, Bupati Banyuwangi Berikan Semangat Ke 1.248 Penari
Tak hanya itu, banyak perguruan tinggi seni di luar daerah menginginkan menjadi bagian dari Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi.
Salah satu pemerhati dan penulis buku tentang Gandrung Sewu Eko Budi Setianto mengungkapkan bahwa event tersebut benar benar berhasil selama 9 kali di tampilkan.
"Hal itu terbukti karena adanya event Gandrung Sewu itu sudah benar benar mengubah image tentang gandrung di Banyuwangi, gandrung yang dulu terpandang marjinal kini justru menjadi internasional," katanya.
Disamping itu masih Eko Budi setianto mengungkapkan masih banyak terjdinya kontradiksi yang luar biasa antara sukses Gandrung Sewu dengan kondisi kesenian Gandrung Terob itu tersendiri.
"Banyak penari Gandrung yang sudah senior kini hidupnya sengsara di masa tua dan nasibnya kurang beruntung, hal itu dibuktikan dengan hasil riset yang di ungkapkan dalam buku berjudul Isun Gandrung," tambahnya.
Artikel Terkait
Info Lowongan Kerja Terbaru Sidoarjo Sebagai Penjaga Stand Korean Food di Lippo Mall
Bikin Ngilu Ngobrol Dengan Siskae Akui Hiperseks, Prank Ojol Dimasukin Hingga Keluar
Bikin merinding Pola Dan Trik Slot Gates Of Olympus Atau Zeus Terbaru Ini Tembus 13 Juta, Jangan Ditiru
Penari Dari Banyuwangi Tampil Di London Inggris Dua Diantaranya Dari Aliyan, Kades : Ini Regenerasi Kami