Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan Menjadi Budak Tuan

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Selasa, 15 November 2022 | 19:37 WIB
Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan menjadi Budak Tuan
Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan menjadi Budak Tuan

 

Proses yang dijalani Lilik terbilang cepat. Kurang lebih 1 bulan latihan, Lilik sudah menjalani tradisi peras dan pupuh. Sebuah tradisi yang wajib dilalui ketika siswa hendak beranjak menjadi Gandrung Profesional. 

 

"Emak (panggilan untuk M) kalau ngajari keras. Kalau salah saya dipukuli. Nama asli saya kan Aliyah itu diganti Lilik, katanya biar cepat tenar," bebernya.

 

Dirasa sudah profesional, Lilik mulai dipromosikan. Lilik kemudian memulai debutnya dengan banyak tawaran undangan.

 

Ia langsung mentas dalam ajang Gandrung Terob, seni pertunjukan tradisi berupa tari dan vokal yang nyaris digelar semalam suntuk.

 

Namun semua undangan termasuk bayaran, diatur oleh B dan M. Lilik sama sekali tidak boleh tahu.

 

Bahkan uang hasil saweran saat manggung pun turut dirampas oleh para juragan.

 

"Setiap manggung diikuti dan ditunggu. Pas istirahat uang saweran itu direbut semua. Kalau saya ngeluh capek langsung disiksa, dipukuli," kata Lilik.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X