“Di tahun 2024 ini saya minta untuk harus segera dieksekusi,” tegasnya.
Baca Juga: DPRD Banyuwangi Berikan Apresiasi Penuh Terhadap Polresta Banyuwangi Atas Kasus KDRT Sharon Milan
Menurutnya, PPG tak harus langsung bersamaan, namun setidaknya dapat mengurangi daftar antrean guru yang belum dapat melaksanakan PPG sejak tahun 2015.
“Jangan hanya memikirkan uang saku siswa, tetapi kalau gurunya tidak disejahterakan, jangan berharap pendidikan berhasil. Semua harus dipikirkan,” imbau Mahrus.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan langkah Pemkab Banyuwangi terkendala oleh faktor anggaran.
“Kemarin kita fokusnya pada guru yang sudah menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan kita fasilitasi dengan APBD untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tutur Ipuk.
Ipuk mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembahasan untuk nantinya panitia anggaran dapat mengalokasikan APBD bagi guru-guru Non ASN.
Artikel Terkait
DPRD Banyuwangi Prioritaskan Pertanian Dengan Memasukan Program LP2B Dalam Raperda
Pemilu 2024 Telah Usai, DPRD Banyuwangi Ajak Semua Elemen Kembali Bergandengan Tangan Membangun Banyuwangi
DPRD Inginkan Eksekutif dan Legislatif Lebih Bersinergi Lagi Dalam Membangun Banyuwangi
DPRD Banyuwangi Genjot Bahas LP2B Masuk Raperda
Secara Sigap DPRD Banyuwangi Susun Rencana Kerja Pasca Libur Lebaran 2024
Komisi III DPRD Banyuwangi Desak Penerapan Perda Terkait Peningkatan PAD Lebih Optimal