Storyjatim.com - Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau dikenal dengan nama Raja Ali Haji, fotonya menjadi google doodle pada, Sabtu 5 November 2022. Tahukah kamu siapa Raja Ali Haji?, artikel ini menyajikan biografi singkat mengenai tokoh asal Riau ini. Simak penjelasannya.
Ali Haji bin Raja Ahmad lahir di Riau Pulau Penyengat, Kepulauan Riau (1808-1873) adalah seorang tokoh ulama sekaligus seorang sejarawan berdarah bugis. Lewat karyanya yaitu Gurindam Dua Belas (1847) itu menjadi pembaharu arus sastra pada zamannya.
Raja Ali Haji dilahirkan di Pulau Penyengat,[2][5] Kepulauan Riau tahun 1808 atau 1809.[6][7] Dia adalah putra dari Raja Ahmad, yang bergelar Engku Haji Tua setelah melakukan ziarah ke Mekah. Dia adalah cucu Raja Ali Haji Fisabilillah (Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan juga merupakan bangsawan Bugis, saudara Raja Lumu).
Baca Juga: Penari Dari Banyuwangi Tampil Di London Inggris Dua Diantaranya Dari Aliyan, Kades : Ini Regenerasi Kami
Ibunya Bernama Encik Hamidah binti Malik, merupakan saudara sepupu dari ayahnya dan juga dari keturunan suku Bugis. Raji Ali Haji dibesarkan dan banyak menjalani masa hidupnya serta menerima pendidikan di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga, yang pada masa kini merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia
Melansir dari Wikipedia.org, Raja Ali Haji memiliki beberapa karya yaitu, buku terkenalnya yang berjudul Tuhfat al-Nafis (Bingkisan Berharga) tahun 1860 dan Silsilah Melayu dan Bugis tahun 1865 sedangkan karya lainnya seperti, Bustan al-Kathibin (1857), Kitab Pengetahuan Bahasa (1850) akan tetapi karya ini belum selesai, Intizam Waza'if al-Malik (1857), Thamarat al-Mahammah (1857).
Demikian informasi mengenai biografi singkat Raja Ali Haji, semoga bermanfaat.
Penulis: Noni Anggun Susmita / Storyjatim.com
Artikel Terkait
Disebut Sebagai Sumpah Setia, Berikut Ini Isi Naskah Sumpah Pemuda
Momen Peringatan Sumpah Pemuda: Berikut Tiga Gedung Tempat Kongres Pemuda di Selenggarakan
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 47 akan segera di tutup l, Cek Batas Waktunya!
Kenapa Kasus Ferdy Sambo Masih Alot? Kamarudin : Baju Yang Dipakai Penyidik Saat Rekonstruksi Bentuk Loyalitas