Disebutkan Wahyu, catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terjadi peningkatan laporan kasus perdagangan orang di sepanjang 2020.
"Jika pada tahun 2019 pengaduan yang masuk sejumlah 216 kasus, pada tahun 2020 meningkat 62% menjadi 315 kasus," ucap Wahyu.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, masih kata Wahyu juga mengindikasikan adanya peningkatan kasus perdagangan orang di masa pandemi.
"Pada 2019, LPSK menerima permintaan perlindungan saksi dan korban perdagangan orang sejumlah 176 kasus. Pada 2020, angka ini meningkat menjadi 203 kasus," ujarnya.
Baca Juga: Insiden Kanjuruhan: Total 125 Jiwa Bukan 174 Jiwa, Simak Penjelasannya!
Migrant Care juga mencatat, di Kementerian Luar Negeri total pengaduan kasus perdagangan orang yang diterima seluruh perwakilan RI di luar negeri juga meningkat dua kali lipat.
"Sebanyak 24.000 kasus pada 2019 melonjak hingga 54.000 kasus di sepanjang 2020," kata Wahyu.
Angka-angka tersebut diperkirakan hanya merupakan puncak gunung es. Sebab kasus yang terjadi lebih besar dari angka kasus yang dilaporkan.