BANYUWANGI, Storyjatim.com - Sejak beberapa tahun terakhir angka kasus perdagangan manusia Indonesia ke luar negeri meningkat drastis.
Migrant Care mengungkap bahkan saat dunia mengalami pandemi Covid-19 pada kurun 2020 hingga 2021 kasus human traficing terus melonjak.
"Kasusnya tidak kunjung surut," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, saat menerima peserta People Caravan to C20 Summit ke Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (3/9/2022).
Baca Juga: Hashtag Tangkap Anies Baswedan Trending Twitter, Apa Maksudnya?
Wahyu mengatakan, laporan dan kajian berbagai lembaga maupun pemerintah terkait kasus perdagangan manusia menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan.
Laporan yang ditulis bersama oleh ILO, IOM dan Walkfree yang berjudul Global Estimates of Modern Slavery, Forced Labour and Forced Marriage, terjadi peningkatan kasus perdagangan manusia sepanjang masa pandemi.
"Termasuk di dalamnya pernikahan anak," ungkap Wahyu
Menurutnya, laporan tersebut menyatakan bahwa menjadi korban terbesar dari perdagangan manusia adalah para pekerja migran dan anak.
"Laporan ini mengkonfirmasi situasi yang terjadi di Indonesia," terangnya.