Storyjatim.com - Tragedi kelam yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur saat usai pertandingan Arema vs Persebaya.
Akibat tragedi tersebut setidaknya menurut data Dinas Kesehatan Malang terdapat 182 jiwa yang meninggal saat usai pertandingan Arema vs Persebaya.
Dalam laga Arema vs Persebaya tersebut awalnya berlangsung tertib dan damai.
Menurut pengakuan Suporter Aremania melalui voice note Whatsapp yang diterima oleh Storyjatim.com yang saat itu menonton secara langsung di tribun VIP mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada sedikitpun kerusuhan.
Baca Juga: Banyak Korban Berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, Dilaga Arema vs Persebaya Ini Penyebabnya
"Arema awalnya tertib, apalagi melakukan kerusuhan, itu tidak ada, terkait kabar Aremania rusuh itu semua Hoax," Katanya (2/10/2022).
Namun menurut salah satu Suporter Arema setelah pemain Persebaya sudah masuk ruanganya ada satu suporter yang turun dan disusul temanya, total ada sekitar 1-2 suporter.
"Tapi ada suporter turun cuma 2 orang kalau g salah, dan mereka sebenarnya gak buat keributan, tapi polisi mengamankan mereka, mengetahui ada yang di amankan akhirnya suporter lain ikut turun," sambungnya.
Lebih lanjut menjelaskan lebih lanjut jika tidak diketahui sebabnya tiba tiba anggota kepolisian mengeluarkan gas air mata.
"Kalau gas air mata di tembakan ke lapangan mungkin masih wajar, soalnya banyak yang turun untuk mengurai Suporter biar yang lain tidak terprovokasi, tapi kenapa tiba tiba menembakan Gas air mata ke atas, ke tribun 1- 14," Jelasnya
Selanjutnya semua suporter yang ada di tribun panik karena merasakan pedihnya Gas Air Mata, terlebih ada ada kabar kalau pintu keluarnya mau ditutup.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City Vs Manchester United Malam Ini 2 Oktober 2022
"Mereka panik mas, karena gas air mata pedih kalau kena mata, di tambah ada kabar kalau gerbang mau ditutup, akhirnya semua suporter mendobrak pintu gerbang," Sambungnya.
Lebih marah lagi melihat teman suporter banyak yang meninggal karena berdesakan akibat adanya Gas Air Mata.
"Aremania marah karena melihat banyak yang meninggal karena berdesakan mau keluar, kalau di dalam sudah sesak karena banyak sekali gas air mata yang di tembakan, g cuma satu atau dua lo, tapi berkali kali, akhirnya suporter diluar banyak yang marah dan ada mobil polisi yang terbakar juga, dan polisi terus menembakan gas air mata" cetusnya