Barisan pendukung Ganjar membuat dewan tandingan dari dewan kolonel tersebut yang diberi nama Dewan Kopral.
Meski demikian, fatsun politik PDI Perjuangan tetap meletakkan isu pencalonan presiden di tangan ketua umum.
"Popularitas Puan Maharani ini belum mencapai 10 besar, (Wasisto) pikir adanya pembentukan Dewan Kolonel ini merupakan upaya mendongkrak agar Puan Maharani sejajar dengan tokoh populer lain.
Karena tentunya sebagai ketua DPR yang punya kuara besar, namun tidak populer di depan publik itu adalah hal yang timpang sebenarnya," jelas Wasisto Raharja Jati (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN).***