nasional

Benarkah Bjorka Dari Indonesia? Terungkap Tujuan Retas Data Pemerintah

Rabu, 14 September 2022 | 20:38 WIB
Apakah Bjorka Dari Indonesia, ini tujuan Bjorka retas pemerintah

STORYJATIM.COM - Indonesia digegerkan dengan kemunculan seorang hacker yang mengaku dari luar Negeri, sosok ini dikenal dengan sebuta “Bjorka” yang merupakan nama samaran. Awal kemunculannya membuat geger sosial media indonesia, pasalnya ia mengklaim telah berhasil meretas 105 juta warga Indonesia. 

Selain meretas ia juga menjual data tersebut melalui anggota forum dengan username “Bjorka” dalam sebuah postingan di situs Breached Forums.

 Baca Juga: Hacker Bjorka Sebut Ketum PSSI Iwan Bule Dekat dengan Banyak Bos Judi

Adapun pejabat yang mendapatkan sindiran oleh Bjorka diantaranya adalah Puan Maharani, Erick Thohir, Luhut Pandjaitan, Denny Siregar hingga Mahfud MD. Bjorka masih berulah diketahui peretas ini telah berkali-kali melakukan pembobolan situs-situs dari Indonesia terutama situs pemerintahan.

 

Lalu siapakah Bjorka sebenarnya? Bjorka pernah mengunggah postingan pengakuan di Twitternya @bjorkanism, namu akun tersebut sudah ditangguhkan. Dalam postingannya itu dirinya mengaku berdomisili dia Warsawa Polandia dan memiliki seorang teman yang berasal dari Indonesia. Namun Temannya tidak berstatus WNI karena adanya kebijakan pada tahun 1965 silam, sehingga ia tidak dapat kembali ke Indonesia.

 

Temannya berkeinginan untuk memperbaiki Indonesia melalui teknologi, ungkap Bjorka.

Namun sayangnya, hingga akhir hidupnya, teman Bjorka yang tidak diketahui Namanya itu urung kembali ke Indonesia dan meninggal dunia pada tahun lalu.

 

Pasca sepeninggalan temannya Bjorka melakukan aksi peretasan ke beberapa situs pemerintahan Indonesia. Hal ini ia lakukan sebagai pertanggungjawab annya karena ia gagal membantu temannya untuk pulang ke Indonesia.

 

Ia mengaku caranya ini memang tidak benar, namun ia juga mengungkapkan keinginannya untuk merubah negara Indonesia menjadi lebih baik meski dengan cara seperti ini. 

 

Selain itu, ia ingin menunjukkan bahwa keamanan siber yang Indonesia miliki masih lemah dan mudah diretas.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB