Storyjatim.com- Indonesia sebagai negara tropis memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.
Namun terdapat pula yang disebut kemarau basah, apakah itu?
Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, hal ini tidak lepas dari peran musim hujan dan kemarau yang terjadi di Indonesia.
Namun dengan perubahan alam yang terjadi, membuat terjadinya perubahan pada musim hujan dan kemarau.
Seperti pada musim kemarau tahun ini, BMKG menyampaikan peringatan tentang adanya kemarau basah yang akan terjadi dari bulan Juli 2022 hingga September 2022.
Berikut ini penjelasan tentang kemarau basah yang disampaikan oleh BMKG. Dikutip oleh Storyjatim.com melalui Youtube Narasi.
"Peringatan ini disampaikan oleh BMKG pada 31 Juli 2022," kutipan dari Narasi.
Hal ini dikarenakan sejak Juli 2022 kota Bandung masih diguyur hujan dan bersuhu dingin, meskipun sudah memasuki musim kemarau.
Lalu apa itu kemarau basah? Yang kemungkinan terjadi tidak hanya di kota Bandung, namun juga bisa terjadi di kota lain di Indonesia
"Kemarau basah merupakan musim kemarau yang masih disertai curah hujan tinggi. H ini disebabkan olehLa Nina (yaitu pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang umumnya membawa hujan ke Indonesia),
BMKG memprediksi kondisi cuaca kembali netral pada Bulan September 2022," diambil dari Narasi.
Untuk itu BMKG menghimbau masyarakat Indonesia tetap waspada, terutama di Kota Bandung.
Dikarenakan kemarau basah ini dapat berpotensi bencana Hidrometeorologi, seperti hujan disertai angin, banjir genangan, angin kencang, hingga tanah longsor.
Selain hal tersebut, perubahan suhu yang ekstrim dapat melemahkan daya tahan tubuh.
Sehingga warga diharapkan menjaga kesehatan disaat musim kemarau basah ini terjadi.***