“Kami percaya bahwa dengan mengintegrasikan SDGs di dalam pembelajaran sejak dini adalah kunci dalam membangun masa depan yang lebih baik. Melalui kolaborasi yang terbangun di dalam Program Kerjasama Lintas Agama di Bidang Pendidikan ini, kami berupaya untuk membangun iklim dan ekosistem pendidikan yang nyaman, aman dan menyenangkan untuk anak-anak belajar,” komitmen Satrio Anindito, Acting CEO KUPUKU Indonesia.
Selama program live in di SD Kanisius Kenalan, para perwakilan dari kedua Yayasan Pendidikan di atas mendapatkan pengalaman pembelajaran yang berorientasi pada sosial, ekonomi dan budaya, yang secara paralel juga meningkatkan numerasi dan literasi para siswa.
Adapun contohnya pada kegiatan Remen Peken (Suka ke Pasar), para siswa diberikan ruang untuk berjualan produk-produk hasil karya para siswa di pasar, para siswa mewawancarai pedagang di pasar untuk mengidentifikasi bahan dasar dari berbagai dagangan yang ada di pasar, dan secara paralel para siswa terasah rasa percaya diri dan belajar berkomunikasi di dalam komunitas pasar.
Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd., Dewan Pakar dan Pendamping Program (Widyaprada BBPMP Provinsi Jawa Timur), mengungkapkan,
“Di tengah krisis pembelajaran yang dihadapi, konsep Merdeka Belajar menjadi semakin relevan. Sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut, bentuk kegiatan kokurikuler di SD Kanisius Kenalan, memberikan inspirasi dalam memajukan sistem Pendidikan yang mengakselerasi pembentukan SDM Unggul di Indonesia.” Imbuhnya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi awal dari Program Kerjasama Lintas Agama di Bidang Pendidikan yang ke depannya diharapankan setelah 28 perwakilan ini mengalami bersama dan merenungkan proses pembelajaran selama 21-25 Agustus, mereka dapat meneruskan ke 621 sekolah di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Banyuwangi dan 59 sekolah di Yayasan Karmel Keuskupan Malang.
Yayasan Hati Suci sejak tahun 1914 telah melaksanakan misinya memenuhi sepuluh hak anak, memutus mata rantai kemiskinan dalam satu generasi dengan memberdayakan anak-anaknya agar mereka mampu menyejahterakan dirinya, keluarganya dan lingkungannya.