Storyjatim.com - Peristiwa Multi Hazard atau multi bencana terjadi di Yogyakarta.
Multi Hazard merupakan potensi bahaya yang berpeluang menimbulkan bahaya lainnya pada satu tempat atau wilayah yang sama.
Kejadian Multi Hazard atau multi bencana ini disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) D.I.Y lewat akun Twitter resminya @TRCBPBDDIY, Jumat (17/3/2023).
Pada postingannya itu, tertulis kejadian Multi Hazard yang terjadi sampai malam hari.
"Laporan sementara kejadian multi hazard hingga malam ini 17/03 terpantau beberapa titik pohon, baliho dan tiang listrik tumbang mengganggu lalu lintas. Sementara itu juga dirasakan gempa dan untuk visual Gunung Merapi masih terjadi guguran lava pijar. Malem Setu Pon," tulisnya.
Berdasarkan postingan Instagram @narasinewsroom, yang memperlihatkan 3 kejadian multi hazard di Yogyakarta pada saat itu.
Pertama, luncuran awan panas Merapi
Pukul 18.07 WIB, terjadi luncuran awan panas guguran Gunung Merapi dengan jarak luncur 1,3 kilometer ke arah barat daya. Masyarakat sempat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Kedua, gempa berkekuatan M 5,2
Pukul 19.05 WIB, terjadi gempa berkekuatan M 5,2. Pusat gempa berada di 126 kilometer barat daya Kulonprogo D.I.Y dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Ketiga, terjadi angin kencang dan hujan lebat
Sementara angin Kencang dan hujan lebat juga terjadi sejak sore hingga pukul 19.30 WIB.
Akibatnya, sejumlah pohon, baliho, dan tiang listrik di Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman roboh.
Seperti yang diketahui gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada 11 Maret 2023 hingga kabar terjadinya Multi Hazard.