nasional

Krisis MBG Menguat, Desakan Mundur Kepala Badan Gizi Nasional Mencuat di Tengah Turunnya Kepercayaan Publik

Sabtu, 2 Mei 2026 | 23:35 WIB
Krisis MBG Menguat, Desakan Mundur Kepala Badan Gizi Nasional Mencuat di Tengah Turunnya Kepercayaan Publik

Nasional, Storyjatim.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya lahir sebagai kebijakan strategis pemerintah untuk menjawab persoalan mendasar bangsa: gizi anak, penguatan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja.

Namun dalam praktiknya, program yang digadang-gadang menjadi fondasi masa depan ini justru menghadapi ujian serius di tahap implementasi.

Sorotan tajam kini mengarah pada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana utama program. Sejumlah laporan di berbagai daerah memunculkan kritik terkait kualitas pelaksanaan, mulai dari porsi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran, hingga dugaan standar gizi yang tidak terpenuhi.

Tak hanya itu, isu keamanan pangan ikut memperkeruh situasi. Munculnya laporan dugaan keracunan makanan di beberapa wilayah memperkuat kekhawatiran publik terhadap lemahnya pengawasan dalam rantai distribusi program.

Baca Juga: Peringatan Hari Buruh di Tambang Banyuwangi, Serikat dan Manajemen Sepakat Perkuat Sinergi


Di tengah kondisi tersebut, persepsi negatif berkembang cepat. Program yang semula diharapkan menjadi solusi justru mulai dicurigai sebagai ruang keuntungan bagi pihak-pihak tertentu. Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, satu hal yang pasti: kepercayaan publik mulai tergerus.


Dalam konteks kebijakan publik, persepsi yang berkembang luas sering kali memiliki dampak yang lebih besar dibanding fakta yang belum terverifikasi. Ketika kepercayaan mulai runtuh, maka legitimasi program ikut dipertaruhkan.


Situasi diperburuk oleh respons yang dinilai belum sepenuhnya terbuka terhadap kritik. Alih-alih membangun komunikasi publik yang transparan, pendekatan defensif justru dinilai mempercepat erosi kepercayaan masyarakat.


Di titik ini, persoalan MBG tidak lagi sekadar teknis pelaksanaan. Ia telah bergeser menjadi krisis legitimasi.


Sejumlah kalangan mulai mendorong langkah drastis sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik. Salah satunya adalah desakan agar pimpinan BGN, termasuk kepala lembaganya, mempertimbangkan untuk mundur secara legowo.


Langkah tersebut dipandang bukan sebagai bentuk kegagalan individu semata, melainkan upaya meredam kegaduhan publik sekaligus membuka ruang perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola program.


Namun demikian, pergantian kepemimpinan bukanlah solusi tunggal. Pemerintah dituntut melakukan pembenahan total, mulai dari transparansi anggaran, audit rantai pasok, seleksi ulang vendor, hingga pelibatan pemerintah daerah dan pelaku ekonomi lokal secara lebih luas.

Penguatan sistem pengawasan juga menjadi kebutuhan mendesak.

Program berskala besar seperti MBG dinilai tidak bisa berjalan dengan mekanisme kontrol yang lemah.

Ke depan, siapa pun yang melanjutkan program ini di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional harus memahami bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada distribusi program, tetapi pada upaya memulihkan kepercayaan publik.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB