Fungsi yang sehat membutuhkan keseimbangan fisiologis. Ketika ada keseimbangan antara paparan stres dan penggunaan strategi dalam merespon pikiran serta perilaku terhadap situasi penuh tekanan atau dikenal sebagai "strategi koping" yang efektif, secara bertahap dapat memperkuat "otot koping" dan membuat seseorang lebih tangguh.
Bagaimana faktor stres dapat dirasakan atau ditafsirkan adalah kuncinya . Oleh karena itu, membangun kesadaran membutuhkan perubahan persepsi . Salah satu pendekatannya adalah mengembangkan rasa keseimbangan batin.
Keseimbangan batin berarti bahwa seseorang mampu tetap dalam kemantapan dan ketenangan batin walaupun berada dikeadaan yang sulit.
Hal tersebut tidak berarti ketidakpedulian atau penghindaran, tetapi semacam keseimbangan mental yang mendorong untuk menanggapi semua pengalaman, baik itu pengalaman positif, negatif, atau netral, dengan tingkat minat yang sama.
Penyeimbangan batin yang menguatkan ketahanan terhadap stres dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti meditasi perhatian (mindfullness meditation). Beberapa metode yang paling baik dalam meditasi ini adalah fokus pada peleburan penderitaan, ketidakkekalan, dan peniadaan diri.
Pondasi Ketahanan Ketiga yaitu Penanganan yang Fleksibel
Pola perilaku yang kaku, maladaptif, dan tidak bisa bersikap kompulsif, umum terjadi saat kondisi kesehatan mental seseorang mengalami gangguan kecemasan, gangguan mood, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan stres pascatrauma.
Kondisi itu memaksa kita untuk membangun pondasi ketahanan ketiga, yang disebut koping fleksibel.
Artikel Terkait
Bagaimana Mengatasi dan Menghilangkan Rasa Mual Secara Alami? Makan Buah Ini, Gampang Didapat dan Murah
Benarkah Tidak Boleh Minum Air Kelapa Setelah Vaksin? Berikut Penjelasanya
TBRK Rumah Kopi, Kafe Cakep Yang Punya Menu Seduhan Kopi Berkualitas
Jangan Salah, Ini Dia Rangkaian Penggunaan Skincare Untuk Jenis Kulit Berminyak
3 Sifat Cowok Ini Membuat Fantasi Cewek Semakin Liar, Apakah Kalian Termasuk