Kemudian Malaikat Jibril berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.”
Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah). Allah berfirman dalam Al-Qur’an,
فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]: 30).
7. Pentingnya persoalan shalat
Peristiwa Isra’ Mi’raj juga menjadi hari ulang tahun bagi shalat lima waktu.
Dalam hadits Nabi dijelaskan bahwa kewajiban shalat bagi umat Muslim terjadi pada malam Nabi Muhammad SAW Mi’raj ke langit.
Hanya syariat shalat yang beliau terima langsung, bukan dengan wahyu melalui perantara malaikat Jibril sebagaimana kewajiban-kewajiban lainnya.
Tidak heran, dalam agama Islam, shalat merupakan tiang agama (Imad ad-Din).
8. ‘Ilmul yaqin
Nabi saw naik level ke ‘ainul yaqin sebelum Mi’raj, Rasulullah SAW hanya mendengar sifat-sifat soal surga, neraka dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu.
Ini namanya ‘ilmul yaqin (Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung).
Ketika Mi’raj, Rasulullah SAW melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri.
Ini namanya ‘ainul yaqin.
Artikel Terkait
Solusi Keluar Dari Hidup Susah, Ini Penjelasan Gus Ali
Lebih Penting Ngaji atau Kerja ? Berikut Penjelasan Gus Baha
Do'a Ini yang Dianjurkan Oleh UAS, Singkat Namun Mencakup Banyak Hal Penting