Tapi apa respons mereka? Banyak diantara mereka tidak percaya.
Bahkan ada yang semula beriman, tapi setelah mendengar ‘cerita tidak masuk akal’ ini, mereka keluar dari Islam.
Sampai Nabi SAW harus menceritakan bukti-bukti untuk memperkuat argumennya seperti soal bangunan masjid Aqsha dan kafilah dagang yang beliau lihat saat Isra.
Nabi tetap menyampaikan kabar peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialaminya dengan terus terang. Meski harus dibalas dengan cacian dan ejekan dari orang-orang musyrik.
Bukankah beliau pernah bersabda, “Katakanlah kebenaran, walau pahit kenyataan".
4. Syariat Nabi Muhammad SAW menghapus syariat nabi-nabi terdahulu
Saat peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu.
Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW.
Sekaligus menjadi isyarat bahwa syariat Nabi Muhammad SAW telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.
5. Keistimewaan masjid al-Aqsha bagi umat Muslim
Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, masjid al-Aqsha dinamakan Baitul Maqdis.
Perjalanan Isra dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis dan Mi’raj dari Baitul Maqdis menuju langit dunia sampai bertemu Rabb-nya, merupakan isyarat bahwa Masjid al-Aqsha memiliki keistimewaan bagi umat Islam.
Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti Ka’bah. Pahala shalat Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.
6. Islam adalah agama yang suci
Saat Nabi Muhammad diberi pilihan antara air susu dan khamr, Nabi memilih susu.
Artikel Terkait
Solusi Keluar Dari Hidup Susah, Ini Penjelasan Gus Ali
Lebih Penting Ngaji atau Kerja ? Berikut Penjelasan Gus Baha
Do'a Ini yang Dianjurkan Oleh UAS, Singkat Namun Mencakup Banyak Hal Penting