Storyjatim.com - Bagi sebagian orang islam, bekerja seringkali dianggap terlalu cinta dengan dunia. Seakan dinilai tidak memikirkan kehidupan di akhirat kelak yang sarat akan rutinitas ibadah di dunia.
Sebelum anda setuju dengan perspektif di atas ada baiknya anda mengetahui sudut pandang para 'ulama yang menukil riwayat Rasulullah SAW.
Baca Juga: Solusi Keluar Dari Hidup Susah, Ini Penjelasan Gus Ali
Salah satunya seperti yang dituturkan oleh K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim dalam sebuah ceramahnya.
'Ulama kharismatik yang akrab di panggil dengan Gus Baha itu menyampaikan riwayat kedudukan mengaji dan bekerja menurut Nabi Muhammad SAW.
"Suatu saat Rasulullah sedang ngaji di masjid dengan beberapa sahabat. Lantas ditengah kegiatan itu berlangsung lewatlah seorang pemuda berjalan dengan santainya sambil membawa cangkul," kata Gus Baha.
Baca Juga: Ketahui 3 Jenis Hati dalam Islam, no 3 Perlu diwaspadai!
Singkat cerita, imbuh Gus Baha, semua sahabat yang ada disitu mencibir pemuda tersebut.
"Celaka betul pemuda itu, tidak ikut Rasulullah ngaji disini," ucap Gus Baha menirukan cibiran para sahabat kala itu.
Tanpa diduga, Nabi Muhammad SAW bersabda "Kamu jangan berkata demikian, jika dia bekerja untuk menafkahi ibunya yang lemah atau anaknya yang lemah, dia juga ibadah, dan itu juga sunnahku,". Sontak saja, setelah mendengar hal itu akhirnya para sahabat sadar akan kekeliruannya.
Menurut Gus Baha, untuk memakmurkan ajaran agama, tidak semua orang muslim harus mengaji di masjid. Yang waktunya kerja ya silahkan bekerja.
"Yang penting tidak menjadi mucikari, atau pengedar narkoba. Karena itu bukan kerja namanya, tapi perusakan. Kegiatan yang halal itu namanya kerja, dan kerja itu adalah ibadah," tutup Gus Baha.
Artikel Terkait
Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi? Simak Penjelasannya!
Berikut 5 Hikmah yang Dapat dipetik Dari Maulid Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam
Doa Dan Adab Utama Menurut Hadits Nabi Ketika Terjadi Gempa
Solusi Keluar Dari Hidup Susah, Ini Penjelasan Gus Ali