"Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Lantas bagaimana hukum memperingati hari lahirnya Rasullullah? Dilansir oleh Storyjatim.com dari laman NU
Balam kitab Al-Hawi lil Fatawa, Syekh Jalaluddin al-Suyuthi pernah ditanya terkait hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab tersebut Syekh Jalaluddin al-Suyuthi menjelaskan secara rinci hukumnya seperti di bawah ini:
مولده من الآيات، ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف
Artinya: "Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul membaca Alquran, dan membaca kisah Nabi Muhammad SAW, pada permulaan perintah Nabi serta peristiwa yang terjadi saat beliau dilahirkan."
Baca Juga: Hakikat Akhlaq Yang Sebenarnya, Begini Penjelasan Gus Bashir
Artikel Terkait
Ini Hukumnya Menerapkan Ijazah Amalan yang Diperoleh Dari Media Sosial!
Khutbah Jumat Singkat Tentang Amalan Pembuka Rezeki
8 Syarat Sah Sholat: Muslim Wajib Tau!
Sayed Hydar Ali Tegaskan Growth Mindset Kunci Sukses Seseorang