Kita lihat bagaimana Nabi Yunus ‘alaihissalam dan Fir’aun. Mereka sama-sama di lautan. Bagaimana Nabi Yunus ‘alaihissalam ketika dilemparkan ke lautan dan ditelan oleh ikan paus, apa yang dibaca olehnya?
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.” (QS. Al-Anbiya[21]: 87)
Sebagian kita kalau terkena musibah itu suka bertanya-tanya, “Mengapa, Ya Allah. Padahal aku sudah taat kepada Engkau. Aku banyak sedekah dan berbakti kepada orang tua.” Katakanlah,
إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS.Al-Anbiya[21]: 87)
Kita yang zalim!
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Yunus ‘alaihissalam, yang dalam bayangan manusia itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi, tidak mungkin akan selamat berada di dalam perut ikan berhari-hari. Allah Jalla Jalaluhu berfirman,
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (QS. As-Saffat[37]: 143-144)
Artikel Terkait
Khutbah Jumat Menenangkan Jiwa Berjudul Hati yang Sehat
Khutbah Jumat 'Rasa Aman' dengan Mengamalkan Ajaran Islam
Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'
Referensi Khutbah Jumat Hati-Hati dalam Urusan Agama