Manusia itu kalau ditimpa oleh sesuatu yang membahayakannya, seperti malapetaka, penyakit, kebangkrutan, di-PHK, dan juga masa pandemi yang belum berakhir. Tapi kita mulai melihat masa ini akan berubah. Kita berharap pandemi ini pergi, tapi jangan sampai pergi juga iman kita.
Ketika sedang ditimpa musibah, manusia itu terus berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia memohon, datang ke masjid di shaf pertama, di tengah malam dia bangun, dia juga puasa sunnah. Terus dia berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lupa Ketika Senang
Dalam kondisi berbaring, duduk, dan berdiri dia terus berdoa. Sampai kapan dia berdoa? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ
“Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat)” (QS. Yunus[10]: 12)
Ketika bencana dan penyakitnya diangkat, kesembuhan diberikan, rezeki dilancarkan, yang awalnya di-PHK dia dapat bekerja kembali,
مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ
Artikel Terkait
Khutbah Jumat Menenangkan Jiwa Berjudul Hati yang Sehat
Khutbah Jumat 'Rasa Aman' dengan Mengamalkan Ajaran Islam
Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'
Referensi Khutbah Jumat Hati-Hati dalam Urusan Agama