Yang Ditakuti Para Nabi
Nabi Abul Anbiya, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menghancurkan berhala dengan tangannya, tetapi masih takut juga terhadap patung/ berhala. Apalagi kita? Demikian juga Nabi Ya’qub ‘alaihissalam.
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى
“Ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’.” (QS. Al-Baqarah[2]: 133)
Pesannya bukan “Nak, kamu dapat sekian hektar. Kamu dapat mobil, kamu dapat rumah.” Tidak. Tetapi “Anakku, apa yang akan kalian ibadahi kalau aku sudah mati?” Ini yang paling kita perlu perhatikan. Yang paling mengerikan. Bagaimana anak kita jangan sampai jatuh dalam kesyirikan. Karena kalau sudah jatuh dalam kesyirikan, wal ‘iyadzu billah. Hidupnya akan sengsara, matinya pun akan lebih sengsara.
Baca Juga: Referensi Khutbah Jumat Hati-Hati dalam Urusan Agama
Itu sebabnya Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala mengatakan;
ينبغي للمرء ان يدعو لنفسه ولوالديه ولذريته
“Hendaklah seseorang mendoakan (kebaikan untuk) dirinya, orang tuanya, dan keturunannya.”
Dan kebaikan yang paling besar adalah bagaimana istiqamah di atas tauhid, selamat dari kesyirikan.
Khutbah Kedua
Hadirin rahimakumullah,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengingatkan dalam hadits yang shahih, agar kita takut terjatuh dalam kesyirikan, dan beliau mengajarkan doa;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ.
“Yaa Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berbuat kesyirikan ketika aku mengetahuinya dan aku memohon ampunan-Mu ketika aku tidak mengetahuinya.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad).
Maka, wajib bagi kita untuk mengingatkan diri, keluarga, dan keturunan kita agar waspada dari hal yang paling mengerikan. Yaitu jatuh ke dalam kesyirikan. Sebab kesyirikan tidak ada yang menjamin kita untuk tidak jatuh ke dalamnya. Nabi saja takut, apalagi kita yang bukan nabi?
Nabi mendoakan dirinya dan keturunannya. Maka kita pun mendoakan diri dan keturunan kita. Dan ini yang paling utama. Kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyelamatkan kita dari perbuatan syirik. Sebab kalau kita selamat dari perbuatan syirik, maka selamatlah kita dunia dan akhirat.***
Artikel Terkait
Catat! Inilah 3 Ciri-ciri Orang Memiliki Khodam Pendamping
Hakikat Akhlaq Yang Sebenarnya, Begini Penjelasan Gus Bashir
Pengajian Ponpes Mabadiul Ihsan Banyuwangi Dihadiri Ustadz Yusuf Mansur : Pesantren Itu Sekolah Para Raja
Khutbah Jumat Menenangkan Jiwa Berjudul Hati yang Sehat
Khutbah Jumat 'Rasa Aman' dengan Mengamalkan Ajaran Islam
Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'