internasional

Belum Juga Berakhir, Ternyata Putin Siapkan Skema Licik dalam Perang Rusia-Ukraina!

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 11:26 WIB
Skema Licik Putin

Storyjatim.com - Perang Rusia-Ukraina hingga kini belum juga berakhir. Ada banyak hal yang disembunyikan atas kebenaran dan kepentingan apa yang ada di dalamnya.

Banyak pihak menyebut, ternyata perang Rusia-Ukraina tidak lepas dari skema licik yang sudah disiapkan oleh Vladimir Putin (Presiden Rusia).

Intrik dalam memainkan sistem Geo-Politik untuk menguasai sektor-sektor strategis dipercaya sedang diperjuangkan Putin dalam Perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Terus Berlanjut, Ternyata Begini Pandangan Islam Menurut Syekh Imran Hosein

Hal ini sempat dibongkar oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sekaligus seorang pengusaha kondang, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Ada yang tau kenapa perang Rusia-Ukraina sampai saat ini belum juga berakhir?” ucap Sandiaga Uno bertanya pada hadirin dalam sebuah seminar.

Salah satu Menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju tersebut menyebutkan alasan perang Rusia-Ukraina cukup lama adalah karena “Profitable”.

“Rusia dengan kondisi harga minyak yang setiap hari naik akibat perang dan menjual produksi minyak negaranya di bawah harga pasar mampu mendapatkan keuntungan 6 miliar dolar per hari,” terang Menteri Sandi.

Sedangkan biaya untuk perang yang terjadi, Sandiaga Uno memperkirakan pihak Rusia menghabiskan hanya 1 miliar dolar perhari.

Ada keuntungan bersih yang diperoleh Rusia sebesar 5 miliar dolar perhari dengan kondisi perang yang terus berlanjut.

Baca Juga: Peristiwa 12 Oktober: Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Ledakan Bom Bali 1, Hari Museum Nasional

“Indonesia harus pinter menyikapi hal ini. Ketika mereka menawarkan harga hingga 30% lebih murah, ini yang dimanfaatkan Pak Jokowi untuk ambil minyak dari Rusia”, kata Sandiaga Uno menjelaskan peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia.

Menurut Sandi, kebijakan Pak Jokowi sebenarnya juga mendapat beberapa pertentangan karena ada pihak yang takut akan diembargo oleh negara lain seperti Amerika Serikat.

“Tapi ya biarin lah, paling kalau diembargo kita cuma ga bisa makan Mc. Donald. Kalau itu kita ganti aja pakai makanan lokal ya kan,” candanya.

Namun pria berkacamata ini juga menyebutkan, bahwa kondisi ini memang sebuah tantangan yang harus dihadapi Indonesia. Banyak perspektif yang berbeda baik dari segi Geo-Politik atau segi makro ekonomi bangsa.

Halaman:

Tags

Terkini