Peneliti : Pekerja Bergaji Rendah Memiliki Risiko Kematian Lebih Tinggi

photo author
Mohamad Saiful Rizal, Story Jatim
- Minggu, 5 Maret 2023 | 18:47 WIB
Ilustrasi pekerja pabrik. (Foto : freepik.com/factory workers).
Ilustrasi pekerja pabrik. (Foto : freepik.com/factory workers).

Storyjatim.com - Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis JAMA menunjukkan bahwa penghasilan yang diterima oleh seseorang dapat memengaruhi harapan hidup mereka.

Para peneliti dari Mailman School of Public Health, Universitas Columbia, mengamati kesehatan 4 ribu pekerja paruh waktu berusia antara 50 dan 60 tahun selama 12 tahun di Amerika Serikat, Minggu (5/3/2023).

Baca Juga: Seorang Gubernur dan 5 Orang Lainnya Dikabarkan Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pekerja paruh waktu dengan gaji rendah memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, terutama jika mereka memiliki tanggungan keluarga empat orang.

Pekerja yang dibayar rendah dan memiliki pekerjaan tidak tetap memiliki risiko kematian dua kali lebih tinggi.

Para peneliti juga menemukan bahwa pekerjaan berisiko dapat menyebabkan stres dan berdampak negatif pada kesehatan pekerja.

Baca Juga: Atasi Resesi Seks, Pemerintah Jepang Bikin Acara Perjodohan, Jomblo Wajib Catat

Pekerja dengan penghasilan rendah cenderung melaporkan masalah kesehatan yang buruk, gejala depresi, dan kekurangan asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan mereka.

Para peneliti menekankan pentingnya mempertimbangkan penghasilan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketimpangan kesehatan.

Menurut mereka, penghasilan merupakan faktor risiko yang dapat diubah dan diatasi untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketimpangan kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mohamad Saiful Rizal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X