Setelah memiliki dasar wiraga, maka akan dikenalkan dengan wirama. Wirama merupakan pengenalan musik, sehingga dikombinasikan dengan wiraga.
Baca Juga: Berhasil Mengungkap 7 Kasus Curanmor, Polres Blitar Amankan 13 Tersangka
”Ketika sudah menguasai wiraga, maka dipadukan dengan wirama. Agar sesuai dengan irama yang dibawakan,” tutur warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi tersebut.
Setelah wiraga dan wirama diperpadukan, maka terakhir hanya tinggal memoles wirasa. Wirasa merupakan ekspresi yang dikeluarkan oleh para penari.
”Jadi memang harus ada ekspesi yang dikeluarkan oleh penari, sehingga membuat daya tarik para penonton. Tidak harus murung atau tegang terus,” candanya.
Memang tidak mudah melatih seorang pemula yang belum mengenal atau mengetahui teknik-teknik dasar menari. Terutama terhadap para Polwan. Dikarenakan para Polwan yang biasa gerak tegap, kini diharuskan melakukan gerak lentur.
”Meski sudah beberapakali diminta untuk bergerak lentur, namun bawaan Polwan yang selalu dalam sikap tegap membuat susah,” ungkapnya.
Hal itu, dirasakan oleh Briptu Cici Ika Luvita yang baru pertamakali terjun kedunia tari. Sehingga, harus merubah gerak tegapnya menjadi gerakan lentur untuk bisa membentuk gerak dasar tari.
”Memang cukup susah diawal latihan, semoga saja nantinya lama kelamaan bisa terbiasa,” katanya.
Artikel Terkait
Polresta Banyuwangi Berhasil ungkap 13 Kasus Perjudian
Perahu Terbalik Tanpa ABK Ditemukan Di Perairan Alas Purwo
Polri Tegaskan Kabar Temuan Bunker Rp900 miliar di Rumah Ferdy Sambo Tidak Benar
Berhasil Mengungkap 7 Kasus Curanmor, Polres Blitar Amankan 13 Tersangka
Sampaikan Wawasan Kebangsaan di UIN Malang, Kapolresta Ajak Mahasiswa Merajut Persatuan dan Kesatuan