Banyuwangi Storyjatim.com - Persiapan H-5 jelang acara ritual adat Keboan di Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi sudah mencapai 70 persen.
Persiapan acara adat Keboan Aliyan tersebut mencangkup dekorasi, hiasan gapura di setiap gang dan pertigaan jalan hingga pintu masuk yang terbuat dari bambu hasil kreatifitas warga setempat.
Tak hanya itu acara adat Keboan Aliyan juga memiliki segudang hiburan untuk memanjakan para masyarakat yang hadir dalam ritual tersebut, semua potensi yang dimiliki Desa Aliyan pun turut meramaikan acara peninggalan nenek moyang yang setiap tahunnya selalu di gelar.
Baca Juga: Sunnah Rambut Anak Baru Lahir Dicukur Lalu Ditimbang Seharga Emas dan Perak, Ini Kata Buya Yahya
Dibawah kepemimpinan Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo, S.E warga semakin guyup rukun untuk bergotong royong mensukseskan acara adat yang dimiliki Desa Aliyan tersebut.
"Alhamdulillah semua warga guyup, rukun untuk membuat acara adat Keboan ini, semua atas kesadaran warga dengan giat mempercantik wilayahnya," Katanya Selasa 26 Juli 2022.
Terlihat warga Desa Aliyan sibuk hingga larut malam untuk membuat ornamen ornamen khas suku Osing dari sebulan yang lalu.
Baca Juga: Begini Pandangan Baik Wong Mengenai Hak Cipta Citayam Fashion Week Yang Penuh Kritik
"Adat tradisi ini tidak bisa ditinggalkan oleh warga Aliyan, karena sudah peninggalan nenek moyang dari ratusan tahun lalu, sehingga sebulan sebelumnya warga mulai membuat hiasan di jalan hingga larut malam, kekompakan itu lah yang saya apresiasi terhadap warga Aliyan," Tambah Anton yang juga seorang seniman tersebut.
Ritual adat Keboan digelar pada tanggal 31 Juli 2022 mendatang, segudang hiburan pun turut memeriahkan acara ritual tersebut, mulai dari bazar kuliner warga setempat hingga hiburan tradisional lainya.
Sekedar informasi Setiap tahun di bulan Suro, di Desa Aliyan sendiri selalu digelar tradisi atau ritual Keboan.
Baca Juga: Hadiri Pengabenan Massal, Bupati Ipuk Puji Gotong Royong Umat Hindu
Seminggu sebelum ritual digelar terjadi kesurupan massal tepatnya di bulan syuro atau Muharram. Hal tersebut tiba-tiba saja terjadi.
Konon ritual tersebut lahir sejak zaman kerajaan Majapahit peninggalan nenek moyang sesepuh Desa Aliyan.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Soroti Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week
Begini Pandangan Baik Wong Mengenai Hak Cipta Citayam Fashion Week Yang Penuh Kritik
254 Ternak Mati Karena PMK Kasatgas Banops Aman Nusab II Aceh Ajak Warga Berperan Aktif Tangani PMK
Bersama Kementerian PPPA, Banyuwangi Wujudkan Pesantren Ramah Anak