Mereka berpikir ulang bahwa sang guru tidak akan mampu untuk memberi ganti mahar yang ditaksir senilai 500 dinar untuk menceraikan istrinya.
Akhirnya mereka bersepakat untuk melakukan iuran. Setelah uang iuran terkumpul, mereka menghampiri gurunya untuk menyerahkan uang tersebut.
Melihat uang sebanyak itu, Syekh Ahmad ar-Rifa’i bertanya tentang kegunaan uang yang diberikannya oleh para santrinya itu.
“Uang untuk apa ini?”, tanya syekh.
“Ini sebagai pengganti mahar untuk istri guru yang sudah berlaku kasar,” jawab para santrinya.
Syekh pun hanya tersenyum.
“Andaikan bukan karena kesabaran menghadapi omelan dan pukulan istriku, kamu tidak akan bermimpi melihatku di surga.” cetus seorang guru terhadap santrinya.
Baca Juga: Ulasan Lengkap Biografi 4 Wanita Penghulu Surga
Kisah ini tercantum dalam kitab yang diriwayatkan Yusuf Abjik As-Susi dalam Shafahatun min Akhbaril Ambiya, halaman 18-19.
Artikel Terkait
Ulasan Lengkap Biografi 4 Wanita Penghulu Surga
Bagaimana Mensucikan Wanita Meninggal dalam Keadaan Haid? Begini Kata Buya Yahya
Hakikat Akhlaq Yang Sebenarnya, Begini Penjelasan Gus Bashir
Khutbah Jumat Menenangkan Jiwa Berjudul Hati yang Sehat
Khutbah Jumat 'Rasa Aman' dengan Mengamalkan Ajaran Islam
Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'