Kaum muslimin jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Ada sebagian orang yang dia merasa berjasa ketika dia beramal terutama amal yang berstatus sebagai kegiatan sosial, seperti menyumbang masjid, berwakaf, beramal membantu orang lain dan yang lainnya.
Padahal hakikatnya amal yang dia kerjakan sesungguhnya siapakah yang butuh? Dia sendiri.
Satu prinsip yang perlu kita sadari. Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak membutuhkan amal kita, dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjanjikan siapa yang berbuat baik, seharusnya manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mempunyai kepentingan di sana.
Karena itulah satu niat baik yang perlu kita pasang setiap kita melakukan amal sosial, baik menyumbang masjid, membantu orang yang membutuhkan, pahami bahwa kita yang membutuhkan bukan orang yang menerima yang butuh.
Sehingga ketika orang tersebut membayar zakat, dia serahkan zakat tersebut dan diterimalah oleh seorang fakir miskin, maka sebenarnya siapakah yang mendapatkan manfaat yang lebih besar? Jawabannya adalah Muzaki yang membayar zakat.
Kenapa? Andaikan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang mau menerima zakatnya, berarti dia tidak bisa menunaikan kewajiban zakatnya. Andaikan tidak ada satu pun masjid yang mau menerima wakafnya, maka dia tidak akan punya kesempatan untuk mendapatkan pahala wakaf. Andaikan tidak ada satu pun makhluk yang mau menerima sedekahnya, berarti dia tidak akan mendapatkan kesempatan pahala sedekah, dan demikian seterusnya.
Maka kalaupun kita beramal sosial, yakini bahwasanya kita yang lebih membutuhkan dibandingkan penerima, bukan karena kita merasa mempunyai jasa besar kepadanya. Sehingga ada orang yang misalnya dia ingin memiliki posisi di jajaran status takmir masjid, atau mempunyai posisi dihargai karena merasa telah menyumbang lebih besar. Perlu Anda pahami bahwasanya dakwah tidak perlu Anda, dakwah tidak membutuhkan kita, kegiatan agama tidak membutuhkan kita. Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan tetap mengangkat agama ini meskipun manusia tidak mau mendukungnya.
Artikel Terkait
Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'
Referensi Khutbah Jumat Hati-Hati dalam Urusan Agama
Khutbah Jumat Terbaru: Perkara yang Paling Mengerikan
Khutbah Jumat Ustadz Khalid Basalamah Terbaru, Wahai Para Penghina Rasulullah