Bahkan banyak pengusaha-pengusaha muslim mengeluarkan dan membakar produk-produk India yang ada di supermarket mereka.
Haruskah Nama Itu?
Subhanallah. Belum selesai luka kita terhadap masalah itu, di Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim, kita dikagetkan beberapa hari ini dengan adanya iklan gratis minum khamr/ minuman keras bagi yang bernama Muhammad.
Mengapa harus Muhammad? Apakah kalian belum tahu makna Muhammad adalah orang yang mulia? Atau maknanya dari segi bahasa, Muhammad atau Ahmad adalah terpuji. Dan belum pernah ada nama orang seperti Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum beliau. Beliau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengapa harus orang ini?
Dan uniknya, banyak sekali tersebar di banyak media, orang yang berbangga-bangga sambil mabuk di tempat tersebut. Lalu kemudian memperlihatkan bahwa mereka berdoa sambil mabuk. Seakan mengolok-olok masalah ini.
Belum lagi kalau ada yang namanya Muhammad dipanggil-panggil dan seterusnya. Ini sesuatu yang sangat aneh. Baik pemilik tempat tersebut, yang alhamdulillah sudah datang hukuman walaupun (kami melihat) masih pembukaan hukuman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan diangkatnya izin operasionalnya. Juga kalau terus berlanjut, datang hukuman yang jauh lebih besar.
Demikian pula dengan orang yang – kalau betul – sedang mabuk itu bernama Muhammad, itu berarti dia adalah seorang muslim yang sangat bodoh yang menghina nabinya, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Mengapa harus berbangga dengan mendapatkan sebotol khamr dengan membawakan nama mulia, Muhammad? Muhammad lebih pantas di masjid. di majelis-majelis, di tempat-tempat yang mulia.