Sa’ad bin Ar Rabi’
Kisah masyhur Sa’ad bin Ar Rabi’ Radhiyallahu ‘Anhu, di Perang Uhud ditemukan 70 luka di sekujur tubuhnya. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada beberapa sahabat, “Adakah yang bisa mencarikan Sa’ad bin Ar Rabi’ untukku?” Maka para sahabat pun menyebar di tengah peperangan untuk mencari Sa’ad bin Ar Rabi’.
Kemudian mereka pun menemukan Sa’ad bin Ar Rabi’ dengan 70 luka berdarah dan sedang sakaratul maut. Maka sahabat yang menemuinya mengatakan kepadanya, “Wahai Sa’ad, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menanyakan tentang dirimu.”
Lalu dalam kondisi sedang sakaratul maut, Sa’ad bin Ar Rabi’ mengatakan, “Sampaikan salamku kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan sampaikan kepadanya semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan sebaik-baiknya balasan kepada Nabi yang menyampaikan risalah untuk umatnya. Serta pesankan untuk keluarga dan kaumku bahwa tidak ada udzur bagi mereka untuk meninggalkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Kemudian dia pun wafat.
Di saat akan meninggal dunia pun penuh dengan perjuangan untuk menyampaikan salam hormat demi menunjukkan bahwasanya dia peduli dan cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Khubaib bin Adi
Kisah yang kedua, Khubaib bin Adi Radhiyallahu ‘Anhu. Seorang sahabat yang ditawan oleh musuh kemudian diperjualbelikan di pasar lalu dibeli oleh Quraisy. Dan Quraisy ingin membunuhnya karena memang dia banyak membunuh dan menumpas orang-orang kafir Quraisy di Perang Badr.
Ketika dia akan dibunuh, diikat di sebatang pohon kurma. Pada saat itu setiap orang bebas menyiksanya. Ada yang mencoretnya dengan pisau, menusuknya, melemparinya dengan batu, mengejeknya, sehingga dia terluka dan mati secara perlahan.
Salah satu orang Quraisy mengatakan, “Apakah kau bersedia jika posisimu kami gantikan dengan Muhammad dan engkau bebas?”