Storyjatim.com - Ketika kita tertular penyakit, ternyata memiliki adab atau akhlak. Jangan mudah menyalahkan orang lain.
Lantas, bagaimana adab ketika tertular penyakit? Simak ulasan Buya Yahya berikut.
Dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyebut, sebetulnya kata 'tertular' ditolak oleh hadis Nabi Muhammad SAW.
"Bahwasanya tidak ada penularan penyakit dari dirinya sendiri. Kalaupun ada, itu berpindah penyakit, karena Allah yang mengizinkannya," tutur Buya Yahya.
Makna dari itu, Buya Yahya mengatakan, setiap orang tidak boleh mengentengkan. Namun dari sisi lain, tidak diperbolehkan langsung menyalahkan.
"Seperti yang diserukan, jangan sekali-kali mengatakan bahwasanya aku ketularan kamu. Itu menyakitkan, tidak boleh," ujar Pengasuh Ponpes Al Bahjah ini.
Baca Juga: Sunnah Rambut Anak Baru Lahir Dicukur Lalu Ditimbang Seharga Emas dan Perak, Ini Kata Buya Yahya
Lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan, bisa saja orang tersebut yang menularkan penyakit terlebih dahulu, hanya saja orang itu lebih kebal.
Buya Yahya mencontohkan seperti halnya virus Corona. Dalam satu keluarga, bisa saja suami membawa virus dari luar.
"Sementara istrinya di rumah lemah. Sesampainya ke rumah, ternyata istrinya terpapar virus yang dibawa suaminya," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Buya Yahya Beri Tips Mengatasi Depresi
Hanya saja, kata Buya Yahya, sang suami daya tahan tubuhnya lebih kuat. Namun pada waktu berbeda sang suami juga mengalami gejala.
Si istri kemudian mengalami sakit parah bahkan meninggal dunia. Baru setelah itu, sang suami ikut sakit dan juga meninggal dunia.