إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (selamat),” (QS. Asy-Syu’ara[26]: 89)
Hati Yang Selamat
Hati yang selamat yaitu yang selamat dari segala penyakit hati. Di antara penyakit manusia yang berurusan dengan penyakit hati, Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan di dalam Al-Qur’an. Kita sering membuka Al-Qur’an. Namun apakah kita masih membaca Al-Qur’anul Karim, petunjuk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan? Kita memahami, mentadabburi, atau mengabaikan Al-Quran?
Kita lebih suka membaca grup WhatsApp dari pada membaca surah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kirimkan kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.” (QS. Yunus[10]: 12)