Surga Untuk Siapa?
Wahai manusia-manusia yang beriman, wasiat takwa sudah sering kita dengar pada setiap Jum’at. Kita terus menerus diperintahkan untuuk bertakwa. Karena surga itu;
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 133)
Yang tidak bertakwa, jangan menghayal engkau bisa masuk surga. Takwa bukan hanya ucapan di lisan maupun status yang dibuat oleh manusia. Tapi asalnya takwa itu dari hati. Berpancar dari qalbu kemudian diamalkan oleh raga kita, seperti mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak melupakan-Nya, bersyukur kepada-Nya dan tidak kufur kepada-Nya, serta taat kepada-Nya.
Baca Juga: Khutbah Jumat Terbaru: Perkara yang Paling Mengerikan
Kita patuh terhadap aturan perusahaan, patuh dengan ketentuan yang dibuat oleh manusia. Tapi Rabbul ‘Alamin yang memberikan raga berikut panca indera ini kepada kita, terkadang kita meremehkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 102)