Peristiwa 21 September: Banyak Sejarah Kelam Namun Dijadikan Hari Perdamaian Internasional

photo author
Tim Story Jatim 01, Story Jatim
- Rabu, 21 September 2022 | 09:32 WIB
Today’s History – 21 September: Banyak Sejarah Kelam Namun Dijadikan Hari Perdamaian Internasional
Today’s History – 21 September: Banyak Sejarah Kelam Namun Dijadikan Hari Perdamaian Internasional

Angin topan ini pertama kali teridentifikasi pada tanggal 13 September 1934 di bagian barat negara Federasi Mikronesia.

Lalu mulai bergerak ke arah barat laut, hingga akhirnya menghantam Kepulauan Ryukyu di Jepang pada 20 September 1934.

Tepat pada 21 September, topan ini berbalik ke arah timur laut dan menerjang pulau Honshu bagian barat. Setidaknya bencana ini menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Baca Juga: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prediksi Puncak COVID-19 di Ukraina pada bulan Oktober

Pembantaian 2.588 orang Yahudi di Ukraina yang Dilakukan oleh Nazi (1942)

Tragedi ini merupakan deretan peritiwa holocaust di Ukraina. Pembantaian yang terjadi pada tanggal 21 September di Dunaivtsi, Ukraina tersebut setidaknya menewaskan 2.588 orang Yahudi.

 

Peringatan Pertama Hari Perdamaian Internasional (1982)

Tanggal ini menjadi waktu kali pertama beberapa negara dan lapisan masyarakat di berbagai penjuru dunia memperingati Hari Perdamaian Internasional.

Namun pada tahun 2013 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru menetapkan bahwa tanggal 21 September sebagai Hari Perdamaian Internasional.

Setelahnya Hari Perdamaian Internasional selalu ditandai dengan dibunyikannya Lonceng Perdamaian PBB di Markas Besar PBB di Kota New York, Amerika Serkat.

 

Gempa Bumi di Taiwan yang Menewaskan 2.416 Orang (1999)

Kejadian kelam lain di tanggal 21 September adalah gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang wilayah Chichi, Nantou, Taiwan pada 1999.

Bencana alam tersebut menewaskan setidaknya 2.416 orang dan menyebabkan 11.441 orang mengalami luka-luka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X