BANYUWANGI STORYJATIM.COM - Aliansi Mahasiswa Banyuwangi Yang terdiri dari organisasi Ektra Kampus GMNI, HMI dan IMM serta organisasi Intra kampus BEM Se Banyuwangi gelar aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dinilai merugikan rakyat kecil. Selasa (6/8/2022).
Masa penolakan kenaikan harga BBM memulai aksinya dengan membakar ban bekas di tengah jalan depan gedung DPRD Banyuwangi.
Aliansi Mahasiswa Banyuwangi yang menyuarakan aksi penolakan kenaikan harga BBM itu meminta DPRD untuk mengawal 8 tuntutan Mahasiswa kepada pusat.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Polda Jateng Bongkar Kasus Penimbunan dan Pengoplosan
Salah satu koordinator aksi Dana Wijaya menyampaikan bahwa terdapat 8 tuntutan dari Mahasiswa Banyuwangi, selain kenaikan harga BBM juga meminta untuk mencopot menteri ESDM.
"Dengan adanya kenaikan harga BBM ini, nantinya akan berdampak luas pada kebutuhan harga bahan pokok, karena semua pemasok bahan pokok mengirimnya pakai kendaraan, dan membutuhkan BBM, jika BBM naik otomatis semua naik," Katanya.
Ia juga menambahkan bahwa menteri ESDM dinilai tidak sanggup mengatur regulasi mengenai sirkulasi minyak mentah.
"Menurut hasil kajian kami menteri ESDM tidak bisa mengatur regulasi sirkulasi minyak mentah, maka dari itu mending di copot saja menterinya, kami sepakat mendesak untuk di copot," Sambungnya.
Tak hanya itu, salah satu Koordinator dari Forum BEM se-Banyuwangi pun menambahkan bahwa masyarakat baru saja selesai di landa pandemi cpvid yang sangat mematikan sektor ekonomi namun sudah dikejutkan dengan kenaikan harga minyak.
Artikel Terkait
Ciptakan Kondusifitas Kamtibmas, Polresta Banyuwangi Siagakan Personel di SPBU, Pasca BBM Naik
Detik Detik Kenaikan BBM Sejumlah Petugas Mengubah Harga Pembeli Masih Dalam Antrian Di SPBU
Antisipasi Panic Buying BBM, Polres Subulussalam Patroli Disejumlah SPBU
Harga BBM Naik, Inilah Beberapa Reaksi Publik Hingga Ancaman
Dampak Domino Kenaikan Harga BBM, Masyarakat Semakin Miskin!