"Kami meminta untuk Dinas terkait agar menindak tegas oknum guru yang seperti itu, agar dunia pendidikan berjalan dengan baik dan tidak ada yang putus sekolah akibat biaya," Harapnya.
Hal tersebut terjadi pada seorang wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Banyuwangi yang menjerit dengan kebijakan mahalnya harga buku untuk pembelajaran selama satu semester.
Dalam penyampaiannya oleh salah satu wali murid yang tak mau disebutkan namanya itu bahwa pihaknya keberatan dengan mahalnya buku yang harus dibelinya di salah satu agen buku.
Bahkan pihak oknum guru mengarahkan wali murid untuk membeli buku yang dinilai cukup mahal dan memberatkan wali murid.
"saya cek ditoko online dengan buku yang sama itu harganya berbeda jauh, contoh MTK di agen harga Rp 115 kalau di toko online Rp 75 ribu, kan lumayan perbandinganya," Keluhnya Wali murid tersebut.
Bahkan wali murid kelas 3 ini harus rela merogoh kantong sebesar Rp 490 ribu belum termasuk buku paket dari sekolah.
"Untuk kelas 3 Rp 490 ribu, belum LKS yang lainya," Tukasnya.