Banyuwangi, Storyjatim.com - Dunia pendidikan di Banyuwangi masih banyak permainan gelap dari oknum oknum guru yang nakal.
Baru terjadi keluhan dari salah satu wali murid yang diarahkan dari pihak oknum guru untuk membeli buku ke salah satu agen di Banyuwangi.
Hal tersebut jelas menimbulkan keresahan bagi wali murid yang kurang mampu, terlebih jika ada keluarga yang mempunyai lebih dari satu anak yang sama sama sekolah.
Putri Irawan Ketua Komisariat GMNI Dpk UBI mengecam aksi kapitalisasi pendidikan yang dilakukan oleh oknum guru.
Baca Juga: Penanganan ODGJ Di Banyuwangi Belum Tuntas, Sat Pol PP Masih Temukan Orang Gangguan Jiwa
"Itu sebuah penindasan dalam dunia pendidikan, bayangkan dalam 1 semester sudah mengeluarkan biaya untuk buku saja segitu, padahal Sekolah SD, itu belum buku LKS, hal itu sudah keterlaluan, itu termasuk kapitalisasi dalam dunia pendidikan," Katanya. (12/7/2023).
Putri sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa guru hanya fokus dalam mendidik murid, bukan untuk berbisnis dalam dunia pendidikan.
"kalau mau bisnis ya diluar pendidikan, jangan lembaga di jadikan alat untuk ladang bisnisnya yang dimana hanya untuk keuntungan pribadi, dan menyengsarakan wali murid," Imbuh Sarinah yang juga menjadi Gubernur BEM UBI ini.
Pihaknya meminta untuk Dinas pendidikan agar segera menindak tegas dan mengeluarkan surat edaran dengan melarang lembaga pendidikan untuk merekomendasi buku mahal di SD.
Artikel Terkait
BEC 2023 Banyuwangi Usung Tema The Magic of Ijen Geopark Dengan Tujuh Sub Tema Yang Spektakuler
Seblang Bakungan Tarian Magis Suku Osing Banyuwangi, Tradisi Adat Turun Temurun Sejak 1639
Berkunjung Ke Banyuwangi, PB PMII Diskusi Tentang Kepemudaan Dengan DPRD, Ini Pesan Dari Dewan
Tersambar Kereta Api Tawangalun, Seorang Pria Tanpa Identitas Tewas Di Garahan Mrawan Jember
Bareskrim Polri Ciduk 3 Orang Penimbun Solar Bersubsidi di Pasuruan