Tak hanya itu, jembatan kayu tersebut juga dirancang dengan sistem knockdown.
"Artinya akan sangat mudah untuk dibongkar pasang apabila nantinya ada perbaikan atau penyesuaian bentuk," tutur Ketut.
Sementara itu Kepala Desa Tambong, Agus Hermawan mengaku bersyukur atas pengabdian yang telah dilakukan oleh Politeknik Negeri Banyuwangi.
Baca Juga: Sebuah KUD Di Kabat Banyuwangi Alami Kebakaran, Ini Penyebabnya
"Kami sangat berterima kasih sekali dengan dibangunnya jembatan kayu estetik ini," kata Agus.
Agus mengatakan jika jembatan ini sangat bermanfaat bagi para petani yang hendak ke sawah, membawa alat-alat pertanian maupun hasil panen.
"Sebab para petani tidak harus memutar jalan lebih jauh. Dengan adanya jembatan tersebut, akses lebih mudah," terang Agus.
Tak hanya itu, menurut Agus jembatan tersebut juga dapat dijadikan lokasi susur sungai karena elevasi jembatan yang rendah.
"Selain bentuknya estetik, konstruksi jembatan juga kokoh, dan cocok dipasang ditempat-tempat wisata. Keren," terangnya.