Dikatakan, jembatan tersebut dibuat untuk menyelesaikan permasalahan yang telah disampaikan oleh pemerintah desa Gapoktan setempat.
Wahyu Naris menjelaskan, jembatan kayu tersebut terbuat dari kayu pilihan yang tahan terhadap kondisi panas, lembab, dan rayap.
"Desain jembatan kayu dibuat dengan tipe Deck Arch atau pelengkung," ungkapnya.
Ketua Tim Pengabdi Politeknik Negeri Banyuwangi, I Ketut Hendra Wiryasuta, M.T menambahkan, selain dapat digunakan sebagai akses pertanian warga, jembatan tersebut juga dapat dilewati kano untuk wisata susur sungai.
"Jadi memang didesain sedemikian itu untuk multifungsi. Guna mendukung Desa Wisata Tambong," terang Ketut.
Menurutnya, jembatan kayu tersebut dapat menahan beban hingga 600 kilogram. Sehingga warga yang ingin membawa alat pertanian dan hasil panen tidak perlu khawatir lewat jembatan itu.
"Karena telah diperhitungkan desainnya," ucapnya.
Artikel Terkait
Penemuan Mayat Tak Dikenal Di Kalipuro Banyuwangi Warga Menduga Sosok Ini : Sudah Sebulan Tak Kelihatan
Kapal Nelayan Mekar Jaya Tergulung Ombak Pelawangan Grajagan Banyuwangi, 4 Tewas dan 3 Orang Dalam Pencarian
Anggaran Dana Hibah Pilkada 2024 Belum Temukan Kesepakatan, KPU Banyuwangi Berharap Segera Disetujui
Rute Kirab Estapet KPU di Banyuwangi Akan Berlangsung 1 Minggu, Akan Dihadiri Ribuan Anggota Di Hari Terakhir
Otak Atik Anggaran Pilkada 2024 Banyuwangi Belum Ada Kesepakatan, Ketua DPRD : Masih Dalam Pembahasan