Storyjatim.com - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi semakin dekat, namun dana hibah dari pemkab Banyuwangi masih belum ada kepastian.
Diperkirakan tahapan awal akan dilaksanakan pada bulan oktober atau November 2023 Mendatang, dalam waktu yang pendek dana hibah dari pemkab hingga kini belum mendapatkan ketetapan yang pasti.
KPU Banyuwangi hingga saat ini masih merasionalisasikan anggaran yang di ajukan ke pemkab, hal tersebut lantaran pemkab Banyuwangi banyak pengeluaran, terutama untuk honor Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK).
Dwi Anggraeni Ketua KPU Banyuwangi mengungkapkan jika anggaran yang diajukan oleh KPU diminta oleh Tim Anggaran Pemerintah (TAPD) untuk dirasionalisasi atau mengurangi dari anggaran yang diajukan.
Disebutkan oleh Dwi Anggraeni bahwa nominal untuk pilkada 2024 yang diajukan sekitar Rp 113 Miliar, namun nominal tersebut diminta untuk dikurangi.
Atas permintaan tersebut, KPU Banyuwangi melakukan Rasionalisasi dengan mengurangi anggaran Alat Pelindung Diri (APD), hal tersebut di anggap paling rasional karena Covid 19 di Banyuwangi sudah terkendali.
“Kita belum ketemu lagi dengan TAPD, terakhir ketemu kita harus merasionalisasi anggaran yang kita ajukan, setelah kami rasionalisasikan kita ajukan anggaran 90 Miliar,” Katanya (6/9/2023).
Dwi berharap anggaran yang diminta agar segera direalisasikan, karena di Kabupaten lainya sudah mendapatkan kepastian dan penandatanganan Berita Acara (BA) Kesepakatan.
Artikel Terkait
Kota Santri, Karnaval Kemerdekaan Dinodai Goyang Pargoy Dan Battle Sound, Kapolres Blitar Beri Pesan Menohok
Bukan 21 Detik, Ternyata 3 Menit 46 Detik Video Mantan Bacaleg Nasdem NTT Terlihat Mulus Diburu Warga
Sertifikat Tak Kunjung Usai Selama 3 Tahun, Polemik Ada Tambahan Biaya Rp 70 Ribu, Ketua Panitia : Itu Hoax
Konferda DPD GMNI Jatim Hasilkan Pemimpin Baru Dari Kabupaten Banyuwangi, Ketua Terpilih: Kader Harus Sejati
Warga Di Banyuwangi Temukan Mayat Tak Dikenal, Kondisinya Mengenaskan