Melihat itu, Nurayan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik Villa.
"Dari situ akhirnya sang pemilik melaporkan kepada pihak desa dan sekitar pukul 20.00 Wib, diteruskan kepada kami," ungkap Pudji.
Dari hasil interogasi, sekitar enam hari yang lalu pemilik Villa mengganti tabung elpiji tiga kilogram, dan sempat membuat kopi.
Namun ketika pulang, lupa mematikan kompor. Diduga, gas elpiji itu kemudian bocor dan memenuhi ruangan di dalam dapur yang tertutup.
"Dugaan kerusakan karena ledakan yang disebabkan pemilik lupa mematikan kompor secara penuh, sehingga gas masih bocor dan memenuhi udara dalam ruangan," ungkap Pudji.
Pihaknya juga memperkirakan, saat gas elpiji tersebut bocor, ada korsleting listrik dari otomatis mesin pompa air, yang kemudian memicu terjadinya ledakan.
Beruntung, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja banyak perabotan yang rusak di dalam dapur tersebut.
Baca Juga: Disetujui DPR, Empat Pemain Naturalisasi Bakal Perkuat Timnas Indonesia