Rapimcab GMNI Banyuwangi 2026: Akhiri Dualisme, 11 Komisariat Sepakat Kembali Bersatu

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Senin, 27 April 2026 | 19:51 WIB
Rapimcab GMNI Banyuwangi 2026: Akhiri Dualisme, 11 Komisariat Sepakat Kembali Bersatu
Rapimcab GMNI Banyuwangi 2026: Akhiri Dualisme, 11 Komisariat Sepakat Kembali Bersatu

Banyuwangi, Storyjatim.com - Dinamika internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi memasuki babak baru. Melalui Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) 2026, seluruh komisariat sepakat mengakhiri fragmentasi organisasi dan memprioritaskan persatuan sebagai agenda utama konsolidasi.

Forum yang digelar di DPRD Banyuwangi pada Jumat (25/4/2026) tersebut menjadi titik temu dari dua arus kepemimpinan yang sebelumnya sempat berjalan paralel. Enam komisariat yang sebelumnya berada di bawah kepemimpinan Riyan Bachtiar memutuskan untuk hadir dan bergabung dalam forum bersama kubu Rino Bakhtiar.

Baca Juga: Terminal Sarongan Banyuwangi Kini Lebih Representatif, Rampung Dibangun Lewat CSR PT BSI

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat rekonsolidasi internal organisasi mahasiswa berhaluan nasionalis tersebut, setelah sempat diwarnai dualisme kepengurusan.

Rapimcab diawali dengan diskursus strategis melalui talk show geopolitik dan geoekonomi yang menghadirkan Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuwangi, Arvy Rizaldy, serta Adnan, alumni GMNI. Diskusi ini menyoroti tantangan global serta posisi gerakan mahasiswa dalam merespons dinamika politik dan ekonomi.

Ketua panitia Rapimcab, Vingky Dwi Putra, menyebut forum ini tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum politik internal untuk merumuskan arah gerak yang lebih solid.

“Rapimcab ini menjadi ruang konsolidasi ideologis dan organisatoris bagi kader GMNI Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Rino Bakhtiar, menegaskan bahwa mandat persatuan yang dihasilkan forum akan menjadi pijakan strategis dalam menata kembali organisasi.

“Amanat ini bukan hanya simbolik, tetapi akan kami tindak lanjuti sebagai langkah konkret untuk memperkuat barisan organisasi,” tegasnya.

Baca Juga: Perempuan Tembus Dunia Tambang, PT BSI Cetak Operator Alat Berat Wanita di Banyuwangi

Selain isu persatuan, Rapimcab juga menyoroti evaluasi program kerja serta penguatan kaderisasi sebagai instrumen utama menjaga eksistensi organisasi di tengah dinamika sosial-politik daerah.

Kesepakatan 11 komisariat ini dipandang sebagai langkah penting dalam mengembalikan posisi GMNI Banyuwangi sebagai kekuatan gerakan mahasiswa yang solid dan relevan. Dengan rekonsolidasi ini, GMNI diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam merespons isu-isu kerakyatan serta dinamika politik lokal ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X