Baca Juga: Terlampau Misterius, 6 Zodiak Ini Selalu Buat Orang Lain Penasaran Setengah Mati
Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan “Kesehatan” adalah:
“Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.
Kesehatan jiwa bagi manusia berarti terwujudnya keharmonisan fungsi jiwa dan sanggup menghadapi problem, merasa bahagia dan mampu diri. Orang yang sehat jiwa berarti mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan. Manusia terdiri dari bio, psiko, sosial, dan spiritual yang saling berinteraksi satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi.
Dari penjelasan yang sudah dipaparkan di atas sudah pasti keduanya amat berbeda. Kesehatan mental cenderung lebih subjektif dari kesehatan jiwa. Terkait dengan kemampuan seseorang dalam mengerahkan potensi diri untuk menjaga ketenangan batinnya.
Melansir dari Liputan6 dari Naftalia Kusumawardhani psikolog klinis Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru, menyampaikan bahwa kedua istilah ini (kesehatan mental dan kesehatan jiwa) memang sering dipakai bersamaan meskipun ada spesifikasi pengertian.
Penggunaan istilah ini (kesehatan mental dan kesehatan jiwa) tidak mengapa jika ingin digunakan di lapangan, asalkan mengetahui prinsipnya.
Itu tadi penjelasan mengenai perbedaan kesehatan mental dan kesehatan jiwa, jangan sampai salah pengertian lagi ya!
Artikel Terkait
Resep Detoks Gorengan dan Perut Buncit dr Zaidul Akbar
Terjadi Disekitar Kita, Kenali KDRT Serta Dampaknya, Berikut Penjelasanya
Rasa Manis Bikin Candu, Begini Reaksi Otak Terhadap Gula
7 Petunjuk Psikologis Agar Bisa Membaca Pikiran Dan Mengetahui Karakter Orang Lain