Doa Dan Adab Utama Menurut Hadits Nabi Ketika Terjadi Gempa

photo author
Tim Story Jatim 01, Story Jatim
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 22:31 WIB
Doa Dan Adab Utama Menurut Hadits Nabi Ketika Terjadi Gempa (I stok)
Doa Dan Adab Utama Menurut Hadits Nabi Ketika Terjadi Gempa (I stok)

Storyjatim.com - BMKG telah merilis berita pada Minggu (9/10) bahwa terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,5 dengan pusat di 26 km barat daya Kecatamatab Bayah, Banten di kedalaman 12 km.

Gempa ini membuat masyarakat sekitar dan jagat dunia maya geger karena gempa dirasakan cukup kencang dan terjadi saat sore hari menjelang malam.

Sebagai muslim ada baiknya mengetahui beberapa anjuran seperti doa dan adab utama yang diajarkan Rasulullah dalam hadits ketika terjadi gempa atau bencana alam lainnya.

Baca Juga: Berikut 5 Hikmah yang Dapat dipetik Dari Maulid Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam

Melansir dari jabar.nu.or.id, Kiai Abdul Karim seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Quran Azzayadi, Solo pernah mengunggah doa ketika terjadi gempa bumi.

Berikut merupakan doa yang bisa dibaca ketika terjadi gempa bumi:
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Selain doa ternyata ada 3 adab utama menurut hadits yang disarankan untuk dilakukan umat Islam ketika terjadi bencana alam termasuk gempa bumi.

Adab pertama, menyelamatkan diri. Adab ini menjadi hal utama meskipun seorang muslim dalam keadaan beribadah termasuk saat shalat fardhu. Dalam kondisi ini terdapat riwayat yang menyebutkan:
إِذَا رَجُلٌ يُصَلِّي وَإِذَا لِجَامُ دَابَّتِهِ بِيَدِهِ فَجَعَلَتْ الدَّابَّةُ تُنَازِعُهُوَجَعَلَ يَتْبَعُهَا ...(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Artinya: Seketika itu ada seseorang (Sahabat Abu Barzah al-Aslami Ra) yang sedang shalat dan tali kendali hewan tunggangannya (dipengang) ditangannya, lalu tiba-tiba hewan itu menyeretnya dan ia pun mengikutinya.” HR. al-Bukhari.

Dari hadits ini, kemudian ulama memahami bahwa untuk menjaga keselamatan hal yang dikhawatirkan rusak (termasuk akibat bencana), baik benda maupun lainnya maka seseorang boleh membatalkan shalat. (Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqallani, Kitab Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari, [Beirut, Darul Ma’rifah: 1379 H], juz III, halaman 82).

Adab kedua, merendahkan diri kepada Allah dengan berdoa demi keselamatan dan juga kebaikan sesuai dengan bencana yang sedang terjadi, sesuai dengan hadits:
كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ:اَللهم إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: “Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ketika terdapat angin bertiup sangat kencang beliau berdoa: ‘Ya Allah, sungguh aku memohon kepadamu kebaikan angin, kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan apa yang dikirimkan dengannya; dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dari keburukan apa yang ada di dalamnya dan keburukan apa yang dikirimkan dengannya.” HR. Muslim

Baca Juga: Punya Tetangga Julid? Simak 5 Hadis Nabi Tentang Tetangga Berikut Ini

Adab ketiga, bila memungkinkan lakukanlah shalat sunnah mutlak 2 rakaat secara individu (tanpa berjamaah) berdasarkan hadits sesuai ijtihad ulama, sebagaimana dari Ibn Al-Muqri (755-837 H) seorang pakar fiqh asal Yaman yang dikutip oleh Syekh Nawawi al-Bantani:
يُسَنُّ لِكُلِّ أَحَدٍ أَنْ يَتَضَرَّعَ بِالدُّعَاءِ وَنَحْوِهِ عِنْدَ الزَّلَازِلِ وَنَحْوِهَا كَالصَّوَاعِقِ وَالرِّيحِ الشَّدِيدِ وَالْخُسُفِ، وَأَنْ يُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ مُنْفَرِدًا كَمَا قَالَهُ ابْنُ الْمُقْرِي لِئَلَّا يَكُونَ غَافِلًا، لِأَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ:اَللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا
Artinya: “Disunnahkan bagi setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa dan semisalnya, ketika terjadi gempa bumi dan semisalnya, seperti petir dan angin yang dahsyat serta gerhana; dan disunnahkan juga untuk shalat (sunnah) di rumahnya secara sendirian sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Muqri, agar tidak lalai, berdasarkan hadits bahwa Nabi SAW ketika ada angin bertiup sangat kencang ia berdoa, ‘Ya Allah, sungguh aku memohon kepadamu kebaikan angin...’” (Muhammad bin Umar bin Ali bin Nawawi Al-Jawi, Kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman 105).

Penulis: Bukhori Muslim / Storyjatim.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kick Off HSN 2025, Banyuwangi Canangkan Pesantren Aman

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:21 WIB

Ulasan Lengkap Biografi 4 Wanita Penghulu Surga

Minggu, 30 Juli 2023 | 21:36 WIB

Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'

Sabtu, 29 Juli 2023 | 20:59 WIB

Terpopuler

X