Baca Juga: Ulasan Buya Yahya, Begini Adab Ketika Tertular Penyakit, Jangan Mudah Menyalahkan Orang Lain
Biasanya, kata Buya Yahya, lagu-lagi demikian adalah hasil menghayal dan dikarang oleh pengkhayal. Karena tidak roh jalan-jalan gentayangan.
"Macam itu tidak ada, itu lagu tidak dibenarkan dan itu adalah maknanya salah dan bertentangan dengan petunjuk baginda Nabi Muhammad SAW," kata Buya Yahya.
Lebih jauh Buya Yahya menuturkan, karena orang jika sudah meninggal dunia memiliki punya urusan dengan amalnya sendiri. Kalau dia orang baik maka akan mendapatkan kenikmatan di alam barzah.
"Kalau dia orang tidak baik dia juga berurusan dengan amal jeleknya di alam barzah. Tidak perlu jalan-jalan apalagi malam Jumat," kata Buya Yahya
Baca Juga: Benarkah Bulan Suro Bulan yang Sial? Buya Yahya: Itu Tidak Ada, Simak Ulasan Lengkap Berikut
Buya Yahya berpesan jangan mudah percaya dengan keyakinan-keyakinan yang berkembang di masyarakat semacam itu.
"Itu sebetulnya dari mulut ke mulut bukan diambil dari mulut para ulama, bukan diambil dari buku terpercaya. Itu hanya khayalan, pendongeng, kemudian diambil oleh seseorang," tandas Buya Yahya.