Ternyata selalu bersabar menghadapi pasangan juga diriwayatkan oleh ulama besar lainnya seperti Ka'ab al-Ahbar dan Imam al-Ghazali.
Ka'ab al-Ahbar pernah berkata:
من صبر على أذى امرأته أعطاه الله تعالى من الأجر ما أعطى أيوب عليه السلام. ومن صبرت على سوء خلق زوجها أعطاها الله من الأجر ما أعطى آسية بنت مزاحم رضي الله عنها
Artinya: “Suami yang bersabar menghadapi istrinya yang galak, maka Allah akan memberinya ganjaran senilai pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub AS dan istri yang mampu bersabar atas perlakuan kasar suaminya, maka ia akan mendapat ganjaran senilai pahala yang diberikan kepada Asiyah binti Muzahim (istri Fir'aun).”
Sedangkan Imam al-Ghazali menyampaikan:
وَفِي الصَّبْرِ عَلَى ذَلِكَ رِيَاضَةُ النَّفْسِ وَكَسْرُ الغَضَبِ وَتَحْسِيْنُ الخُلُقِ. فَإِنَّ الـمُنْفَرِدَ بِنَفْسِهِ أَوِ الـمُشَارِكَ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ لَا تَتَرَشَّحُ مِنْهُ خَبَائِثُ النَّفْسِ البَاطِنَةِ وَلَا تَنْكَشِفُ بَوَاطِنُ عُيُوْبِهِ. فَحَقٌّ عَلَى سَالِكِ طَرِيْقِ الآخِرَةِ أَنْ يُجَرِّبَ نَفْسَهُ بِالتَّعَرُّضِ لِأَمْثَالِ هَذِهِ الـمُحَرَّكَاتِ وَاعْتِيَادِ الصَّبْرِ عَلَيْهَا، لِتَعْتَدِلَ أَخْلَاقُهُ وَتَرْتَاضَ نَفْسُهُ وَيَصْفُوْا عَنِ الصِّفَاتِ الذَّمِيْمَةِ بَاطِنَهُ
Artinya: “Bersabar dalam menghadapi pasangan hidup akan melatih pengendalian hawa nafsu, meredam emosi, dan mendidik moral. Karena orang yang hanya menyendiri atau selalu bersama orang-orang saleh saja, sifat buruk dalam dirinya tidak akan terdidik, dan borok dalam akhlaknya tidak akan terbuka.”
Orang yang menempuh jalan akhirat harus melatih dirinya untuk bersinggungan dengan hal-hal seperti itu agar melatih kesabarannya.
Dengan demikian, ia nantinya mampu memiliki moral luhur, hati selalu ridha, dan terbebas dari sifat tercela di dalam hati. (Yusuf Abjik as-Susi dalam Kitab Shafahatun min Akhbaril Ambiya wal ‘Ulama wal Auliya wal Hukama fish Shabri ‘alaz Zaujat wal Hilmi ‘Alaihim, 2019: halaman 22).
Penulis: Bukhori Muslim /Storyjatim.com