Allāh berfirman,
وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِن تَكۡفُرُوٓاْ أَنتُمۡ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا فَإِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ
Musa mengatakan, “Kalau pun kalian kufur dan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, sesungguhnya Allāh Ta’āla tetap dzat yang Maha Kaya yang tidak membutuhkan alam semesta, dan Dia tetap Maha Terpuji.”
Juga ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan tentang haji, ada sebagian hamba yang dia tidak mau berangkat haji dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak membutuhkan mereka.
Allāh Ta’āla berfirman,
وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ
“Hanya milik Allāh yang menjadi kewajiban bagi umat manusia berhaji ke Baitullāh bagi siapa pun yang mampu untuk melakukan perjalanan ke sana.”
Kemudian Allāh katakan, “Namun siapa yang kufur (dalam arti dia tidak mau berangkat haji), sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak membutuhkan apa yang ada di alam semesta ini.” (QS. Āli-Imrān [3]: 97).