“Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan sedekah setengah butir kurma.” (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016)
Amal yang sedikit dan kecil, yang mungkin dipandang sepele dan remeh oleh manusia. Namun manakala diamalkan dengan hati yang luar biasa ikhlas, suci, dan bertaqarrub ingin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka hasilnya bisa jadi menjadi benteng baginya dari neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka perhatikan keikhlasan kita. Karena sesungguhnya pokok yang paling penting untuk mencapai kesucian dan kebersihan hati adalah sejauh mana kita ikhlas kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,” (QS. Al-Bayyinah[98]: 5)
Mengikhlaskan seluruh ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tanpa ikhlas, ibadah yang dia lakukan tidak ada artinya. Tidakkah kita pernah mendengar hadits yang shahih dari Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tentang tiga orang yang akan pertama kali merasakan pedihnya neraka Jahanam? Apakah mereka pelaku maksiat? Tidak. Apakah mereka Fir’aun dan Qarun? Juga tidak.
Akan tetapi mereka adalah -yang pertama- ahli ilmu yang tidak ikhlas. Maka nasihat saya kepada saya pribadi dan siapa pun yang menyampaikan ilmu yang pernah dia pelajari dari ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; perhatikan keikhlasanmu ketika menyampaikan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karena penduduk neraka pertama adalah orang ‘alim namun tidak ikhlas di dalam ilmunya.
Yang kedua adalah ahli sedekah. Orang yang rajin berinfak dan bersedekah, yang hartanya banyak dia infakkan di jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Akan tetapi dia kehilangan keikhlasan, maka dia menjadi orang yang pertama kali merasakan pedihnya neraka Jahannam sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala rasakan neraka jahanam itu kepada Fir’aun, Qarun, Abu Jahal, dan Abu Lahab.