Bayangkan saat kita berkeinginan untuk melakukan maksiat kepada Allah, kemudian segera mengingat Allah, niscaya kita akan mengurungkan keinginan itu. Pasalnya kita merasa takut terhadap siksa dan ancaman-Nya.
Artinya, alangkah baiknya dan memang semestinya hati kita selalu mengingat Allah. Kapan pun dan di mana pun, baik dzikir dengan lisan, dengan hati, maupun dengan keduanya. Baik secara jahar atau suara keras maupun secara sirr atau suara pelan.
Adapun jaminan Allah bagi orang yang selalu berdzikir kepada Allah sudah dijelaskan dalam Al-Quran:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya, “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).
Hadirin yang dirahmati Allah Kunci ketiga untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati adalah bertaubat dan berserah diri kepada Allah, Setiap manusia pasti berbuat dosa dan kesalahan, Obatnya adalah bertaubat kepada Allah.
Orang yang berdosa kemudian bertaubat ibarat orang yang kotor kemudian mandi, hal itu harus segera dilakukan, jangan menunggu dosa itu berkarat dan berakibat mengeraskan hati. Selain bertaubat, jika kita ingin tenang dan lapang hati harus berserah diri kepada Allah. Apa pun yang datang dari-Nya, kita terima dengan keikhlasan.
Berprasangka baiklah kepada Allah. Sebab, di balik sesuatu yang kurang kita senangi, ada rahasia besar dan kebaikan yang hendak Allah berikan. Ingatlah apa pun yang diberikan Allah kepada hamba-Nya pasti baik. Sebab, kurang baik itu hanya menurut pandangan mata kita. Mari kita simak jaminan Allah bagi orang yang tawakal dan selalu berserah diri kepada-Nya.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ
Artikel Terkait
Khutbah Jumat Ustadz Khalid Basalamah Terbaru, Wahai Para Penghina Rasulullah
Khutbah Jumat Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah: Mengenalkan Diri Kepada Allah
Khutbah Jumat Berjudul: Tentang Kunci Sukses Belajar
Khutbah Jumat Terbaru: Allah tidak butuh ibadahmu
Khutbah Jumat Terbaru Berjudul Bahaya Pujian