وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لا يَنْفَعُ مالٌ وَلا بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya, “Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).
Nah, melalui ayat di atas jelas sekali bahwa orang yang selamat di akhirat adalah orang yang membawa hati yang bersih. Bersih dari kesyirikan kepada Allah, bersih dari sifat-sifat tercela, serta bersih dari berbagai penyakit hati.
Selain itu, hati yang bersih juga merupakan sarana untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati. Maka kunci-kunci meraih ketenangan hati inilah yang akan menjadi pembahasan kita pada kesempatan kita kali ini.
Ini penting bagi kita dan jamaah sekalian, Mengingat tampaknya masih banyak saudara kita yang hidup serba kecukupan, bahkan bergelimang harta, namun hatinya tidak tenang. Hatinya sempit dan tidak lapang.
Menurut para ulama berdasarkan dalil-dalil, setidaknya ada lima kunci meraih ketenangan dan kelapangan hati.
Sidang Jum’ah rahimakumullah Pertama, kunci ketenangan dan kelapangan hati adalah taat kepada Alloh dan kepada Rasul-Nya. Sebagaimana kita ketahui, taat kepada Allah merupakan salah satu sifat orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah.
Sementara orang yang beriman dan bertakwa sangat dicintai oleh Allah, apa pun hajat dan keinginannya akan dipenuhi, apa pun masalah yang dihadapinya akan diberikan jalan keluar. Bahkan ia akan dilimpahi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.
Artikel Terkait
Khutbah Jumat Ustadz Khalid Basalamah Terbaru, Wahai Para Penghina Rasulullah
Khutbah Jumat Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah: Mengenalkan Diri Kepada Allah
Khutbah Jumat Berjudul: Tentang Kunci Sukses Belajar
Khutbah Jumat Terbaru: Allah tidak butuh ibadahmu
Khutbah Jumat Terbaru Berjudul Bahaya Pujian