Storyjatim.com - Terkait isu perayaan Helloween di negara Arab Saudi ternyata ada beberapa fakta yang harus di ketahui halayak umum.
Adanya kabar Negara Arab Saudi merayakan Helloween di kota Riyadh ternyata muncul fakta baru, hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu warga Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Perayaan Helloween di Arab Saudi tersebut sempat menjadi perbincangan publik, lantaran sejarahnya Arab melarang peringatan Maulid, namun muncul pertama kali ada perayaan Helloween.
Baca Juga: Arab Saudi Melarang Maulid Nabi, Tapi Pesta Helloween Justru Dirayakan
Ahmad Lukman warga Indonesia yang menetap di Jeddah Arab Saudi mengungkapkan bahwa kabar tersebut ternyata tidak tepat, lantaran itu hanya event mingguan.
"Kabar tersebut kurang tepat, hal tersebut ada beberapa alasan, bahwa gambar berupa video yang menggunakan kostum menyeramkan di Riyadh itu hanya festival musiman," katanya dilansir Storyjatim.com dari Youtube TVone.
Acara tersebut merupakan grand opening dari Riyadh Event yang di buka sejak tanggal 21 Oktober, perlu diketahui festival musiman ini mempunyai beberapa tema yang akan berganti setiap minggu, dan juga ada beberapa area yang mempunyai tema berbeda.
"Contohnya minggu pertama tema horor, Minggu selanjutnya anime, jadi untuk pengunjung dengan berkostum sesuai tema akan di gratiskan, lalu ada juga tema nasional, nantinya akan menggunakan pakaian adat Saudi Arabia," lanjutnya.
Jadi hal tersebut menyesuaikan tema yang sudah ditentukan oleh Event Organizer (EO) yang berbeda beda, kebetulan minggu oertama ini Riyadh menggunakan tema Pekan menyeramkan atau Scary Event.
"Didalam event tersebut tidak ada diksi atau kata yang termaktup dalam akun pemerintah maupun Riyadh Event yang mengatakan bahwa hal tersebut Helloween, namun itu akhir minggu menyeramkan," sambungnya.
Kebetulan mulai tanggal 27 terdapat promo yang kebetulan yang di inisiai oleh EO bahwa tiket masuknya akan gratis bagi pengunjung yang menggunakan kostum menyeramkan.
"Akhirnya dari promo itu banyak warga berbondong bondong menggunakan kostum seram, hingga mencapai 1200 pengunjung kaeena mengincar promo gratis tersebut dengan menggunakan kostum bertopeng, dan kebetulan di hari Helloween jadi seolah olah seperti perayaan Helloween, padahal tidak," tukasnya.
Kostum tersebut hanya ada di dalam event Riyadh, pemerintahpun tidak pernahengijinkan perayaan Helloween, dan tidak ada peringatan tersebut.